Tampilkan postingan dengan label pencegahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pencegahan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Agustus 2017

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Chikungunya

Mengenal Lebih Jauh Penyakit Chikungunya - Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini pertama kali ditemukan sat ada wabah di tazania bagian serlatan pada tahun 1952, dan virus ini merupakan virus RNA yang termasuk dalam genus alphavirus dari golongan Togaviridae. Nama “chikungunya” berasal dari bahasa Kimakonde, yang artinya jadi melengkung, dan menggambarkan penampakan penderitanya yang menjadi bungkuk akibat nyeri sendi (athralgia).


Tanda dan Gejala

Chikungunya ditandai dengan demam mendadak yang sering kali disertai dengan nyeri sendi. Tanda dan gejala lain dianataranya seperti nyeri otot, nyeri kepla, mual, lemas dan ruam. Nyeri sendi biasanya sangat berat tetapi menghilang dalam beberapa hari atau bisa juga baru hilang setelah beberapa minggu dan inibisa menyebabkan penyakit akut, subakut, dan kronis.

Sebagian besar pasien dapat sembuh sempurna, tetapi pada beberapa kasus, nyeri sendi tetap ada hingga beberapa bulan, atau bahkan bertahun-tahun. Ada juga yang melaporkan adanya komplikasi mata, saraf, dan jantung, serta keluhan pencernaan. Komplikasi yang serius tidak banyak ditemukan, tetapi pada lansia, penyakit ini dapat menyebabkan kematian.

Penularan Penyakit Chikungunya

Virus ini ditularkan dari orang ke orang lain melalui gigitan nyamuk betina yang telah terinfeksi. Nyamuk yang paling sering menularkannya adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies nyamuk yang juga menularkan berbagai virus lain, termasuk dengue. Nyamuk ini menggigit manusia sepanjang hari, merkipun puncak aktivitasnya pada dini hari dan sore hari. Kedua spesies ini mencari mangsa di luar rumah, tetapi Ae. Aegypti juga mencari makan di dalam rumah. Setelah digigit nyamuk, gejala penyakit biasanya baru muncul dalam waktu 4-8 hari, tetapi bisa juga dalam 2-12 hari.

Diagnosis Penyakit Chikungunya

Pemeriksaan serologis (ELISA) dan virologis (RT-PCR) dapat menegakkan diagnosis adanya infeksi virus penyebab Chikungunya ini.

Pengobatan Penyakit Chikungunya

Tidak ada obat antivirus spesifik untuk mengobati chikungunya. Tata laksana lebih diarahkan untuk meredakan gejala, seperti nyeri sendi, dengan antipiretik, analgesik, dan pemberian cairan tambahan. Belum ada juga vaksin untuk chikungunya.

Pencegahan Penyakit Chikungunya

Dekatnya sarang nyamuk dengan tempat tinggal manusia merupakan faktor risiko chikungunya dan penyakit lain yang ditularkan melalui cara yang sama. Pencegahan sangat bergantung pada pemberantasan sarang nyamuk.

Saat sedang terjadi wabah, disarankan juga untuk mengenakan pakaian yang tertutup untuk menghindari gigitan nyamuk. Lotion anti nyamuk dapat dioleskan pada kulit sesuai dengan label aturan pakainya. Untuk orang-orang yang tidur pada siang hari, terutama anak kecil, orang sakit atau lansia, penggunaan kelambu yang diberi insektisida dapat memberikan perlindungan. Raket nyamuk juga bisa mengurangi gigitan nyamuk di dalam rumah.

Cara Mencegah Gigitan Nyamuk

Ada cara sederhana yang dapat dilakukan untuk menghindari diri dari gigitan nyamuk terutama jenis pembawa parasit atau virus berbahaya.


Sebagian besar gigitan nyamuk tidaklah berbahaya, bekas gigitannya pun hanya sebatas bentol dan dapat hilang dengan sendirinya. Namun anda pernah tahu apakah nyamuk yang menggit anda membawa risiko penyakit meminimalisir risiko dengan melindungi dan menghindari diri dari gigitan nyamuk.

Melindungi Kulit

Tekadang saat berada ditempat tertentu seperti kebun atau pasar tradisional, gigitan nyamuk menjadi hal yang tidak terhindarkan. Mskipun begitu anda tetap menyiasatinya dengan cara cara yang sederhana.

  • Sebisa mungkin, tetaplah berada di dalam ruangan saat matahari akan terbenam pada sore hari dan ketika akan terbit pada dini hari.
  •  Kenakan pakaian berwarna cerah yang menutupi seluruh permukaan kulit dan longgar. Nyamuk enggan mendekati warna cerah. Selain itu, cobalah untuk meminimalisasi bau menyengat seperti parfum atau hairspray. Bau-bauan ini akan menarik nyamuk untuk hinggap.
  • Oleskan losion antinyamuk yang mengandung salah satu dari tiga bahan aktif berikut ini: picaridin/KBR 3023, DEET, minyak lemon eukaliptus.
  • Hindari menggaruk saat kulit sudah tergigit nyamuk. Oleskan krim yang mengandung hidrokortison atau losion kalamin untuk mengurangi rasa gatal.
Mencegah Nyamuk Masuk dan Bertahan Di Dalam Ruangan 

Nyamuk yang masuk kerumah atau sudah berada di dalam rumah dapat ditangani dengan cara cara tertentu, dengan atau tanpa bahan kimia dan berikut ini adalah pilihan pilihan yang dapat anda gunakan, diantaranya sebagai berikut :
  • Pasang kasa anti nyamuk pada jendela
  • Gunakan obat semprot atau obat nyamuk elektrik di petang hari
  • Menempatkan kelambu pada sekeliling tempat tidur dapat menjadi penghalang nyamuk yang aman.
  • Raket anti nyamuk juga dapat menjadi pembasmi nyamuk yang bebas bahan kimia dan dapat digunakan di dalam maupun luar ruangan.
  • Tempatkan tanaman yang secara alami menghalau nyamuk seperti : tanaman sereh, zodia, lavender, atau geranium.
  • Nyamuk yang sudah berada di dalam maupun disekitar area rumah dapat berkembang biak dengan cepat
  • Kuras dan bersihkan tempat tempat penampungan air seperti bak mandi dan kolam mernang secara rutin dan teratur.
  • Bersihkan rumah dan halam dari tumpukan barang barang yang sudah tidak terpakai.
  • Pastikan septick tanks tetap tertutup rapi dan tidak bocor
  • Bersihkan genangan air pada talang atap rumah anda
  • Taburkan larvasida sebulan sekali untuk membunuh jentik nyamuk terutama tempat tempat yang sulit di kuras
  • Pengapasan fogging dapat dilakukan petugas di sebuah area sesuai daur hidup nyamuk untuk mencegahnya berkembang biak.
Selain menggunakan sarana-sarana pengusiran nyamuk, kunci untuk menghindari gigitan serangga ini adalah dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya secara teratur.